Selasa, 18 Oktober 2016

Bedah Buku, Kopdar Penarawa dan Tips Saat Jadwal Padat



Bedah Buku, Kopdar Penarawa dan Tips Saat Jadwal Padat

Bedah buku Lili dan Dessy, MC: Hany

Hai Sob…

Gimana kalau suatu hari Sobat penuh dengan acara dengan jadwal yang hampir bersamaan? Bingung pilih yang mana? Mau dilakuin semua, mana bisa! Sedangkan acara penting semua. Nah lhoh… makin bingung, kan?

Ini terjadi di hari Minggu kemarin, ada beberapa acara yang hampir bersamaan. Bukannya sok sibuk, tapi memang banyak keperluan di satu hari itu. Jadwal sedari pagi antara lain belanja untuk acara  kampung, garap pesanan rica menthog, bedah buku dan kopdar bersama Penarawa (Penulis Ambarawa), rapat Rawa Pening Festival, masak acara kampung dan tirakatan.

 
Belanja kulakukan sehabis subuh, beres. Habis itu garap pesanan rica. Eh ternyata menthognya belum selesai dibersihkan. Efeknya, jam masaknya jadi molor.  Belum dipotong-potong pula. Ough…Untungnya aku selalu ready bumbu. Jadi tinggal plang plung plang plung. Jadi deh, walau jam duabelas siang baru kelar. Mau diantar ke pemesan, ups kuhubungi nggak nyambung. Untungnya diambil sendiri sama si pemesan.

Lanjut ke acara kopdar Penarawa (Penulis Ambarawa) dan bedah novel 35 Hari Desa Berkabut karya Lili Permata dan Dessy PHP. Harusnya jam 10 pagi, aku datangnya sudah telat. Acara yang diadakan di Gedung Kesenian Ambarawa ini dimoderatori Mbak Hany Panjaitan dari Penarawa.

Duo penulis, Lili dan Dessy asyik diskusi dengan komunitas Penarawa
 
Acaranya santai tapi keren lho Sob. Ada banyak siswa SMP yang datang. Mereka semangat sekali  mengikuti jalannya bedah buku. Kedua penulis, Lily dan Dessy juga penuh semangat menjawab tanya jawab dari para peserta bedah buku. Buku ini hampir seperti diary. Menceritakan kisah saat keduanya KKN. 

Narsis dulu sama Lili, Dessy, Mbak Hany dan Mbak Bhe hehehe...


Ketemu Mbak Fitriana Dyah, kita gaya berempat with Mbak Hany dan Mbak Bhe :D

Lili dan Dessy bersama Mas Daniel. Gaya Mas Daniel jiyah...

Arnold nggak mau kalah, sama Lili, Dessy dan Mas Daniel

 Banyak kritik dan saran yang dilontarkan dari para peserta. Mas Daniel, Mas Agus Surawan juga mengomentari karya ini sebagai karya yang sangat patut dihargai. Mbak Hany menegaskan apapun kritik dan saran harus dijadikan acuan untuk menulis lebih baik lagi.
Di kopdar selalu ada kue Mbak Hany. Ini buatku, makasih ya, Mbak. Yummy...

 Semakin marak acaranya saat Mas Nadjib  membaca puisi di tempat. Wow, dua kali ini aku mendengarnya membaca sebuah puisi. Santai, tapi jeda dan intonasinya bagus banget. Salut buat Mas Nadjib! Sayang harus langsung pulang lagi, jadinya nggak sempat foto rame-rame. Dan rapat Festival Rawa Pening aku absen.

Mas Nadjib perform. Keren banget :)

 Dari situ lanjut balik rumah. Masak untuk acara kampung dan malam hari acara tirakatan. Rempongnya benar-benar di sini. Badan capek tapi senang bisa ngumpul bareng teman-teman.

Dari kasus di atas, aku menyadari betapa berantakannya hari tanpa jadwal yang benar. Ternyata butuh tepat waktu ditambah waktu andai jalanan macet. Pengalaman memang guru yang terbaik ya, Sob. Memang penting untuk mengatur dan mencatat jadwal harian kita. Apalagi saat banyak acara dalam satu hari. Supaya  nggak kejadian telat lagi, ini dia tips yang dapat kubagi ke Sobat semua:

1.    Catat acara kita di buku mungil/agenda/ponsel
Dengan mencatat acara dan jamnya, kita bisa memperkirakan kapan mulai bersiap-siap. Meminimalisir datang terlambat. Kentungannya, kita tidak lupa salah satu dari acara yang musti kita lakukan dalam sehari.
2.    Skala prioritas
Misalkan dalam satu hari penuh dengan jadwal acara dan tak mungkin didatangi semua, pakai skala prioritas. Pilih yang terpenting dari yang penting. Maksimalkan acara tersebut. Yang tahu penting tidak pentingna Sobat sendiri, ya.
3.    Persiapkan dalam beberapa hari sebelumnya
Bisa jadi Sobat yang berbisnis makanan dapat pesanan dari seminggu yang lalu. Bisa dong dicari bahan-bahannya sebelum kita membuat pesanannya. Jadi bisa menghemat waktu.
4.    Beri tenggang untuk perjalanan
Macet adalah masalah keseharian. Di desapun karang sering macet. Di titik tertentu yang harus kita lewati, ada kemungkinan macet nggak sih? Kalau ada kasih tenggang waktu untuk itu.
5.    Bawa ganti baju kalau perlu
Kalau acaranya berdekatan namun berbeda even, jangan salah kostum, ya. Andai nggak memungkinkan, bawa baju ganti, sehingga tak perlu harus pulang ke rumah dulu. Hemat waktu lagi, Sob, hehehe.

Semoga 5 tips di atas membuat kita makin disiplin dengan waktu ya, Sob. Dan kita tetap bisa menikmati semua acaranya. Salam selembut salju buat Sobat semuwah…



6 komentar:

  1. Kadang memang suka bingung ya kalo banyak banget acara dalam sehari. Saya paling setuju dengan skala prioritas. Soalnya saya mikirnya, ngapain saya pusing sendiri, jadi biasanya acara yang kurang penting suka saya lepas.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak, biar nggak rempong juga sih :)

      Hapus
  2. waah... padat merayap ya acaranya hehe...
    saya senang acara kepenulisan seperti ini, walaupun isinya ttg bedah buku :)

    BalasHapus
  3. Wah, acaranya padat ya, tapi pati seru. Bisa ketemuan dengan penulis lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup Mbak. Ketemu teman2 nambah semangat nulisnya :D

      Hapus