Jumat, 11 September 2020

Eksotisme Bantir Hills Sumowono, Plesiran Tak (Harus) Mahal di Masa Pandemi ala Mas Jaja Cucita

 Eksotisme Bantir Hills Sumowono,

Plesiran Tak (Harus) Mahal di Masa Pandemi ala Mas Jaja Cucita

 

“Piknik di masa pandemi itu pemborosan....”

“Apa iya?” tanyaku ragu.

Sambil mikir, kening berkerut, terpaku sepersekian detik.

“Lha iya, mending mikir buat kebutuhan lain, kan?”

“Hmmm, iya juga, sih.”

Eh apa iya? Kok ragu sendiri.

“Masa malah plesiran sana sini, masih corona gini, aman nggak, tuh?”

Waduh, bukannya udah dikoar-koar era adaptasi kebiasaan baru, ya?

Opo dumeh uwes new normal?”

Puncak Bantir Hills (Foto: koleksi pribadi)


Aku tersenyum, segula-Jawa mungkin, pada temanku, tetanggaku dan juga konco lawasku ini sepenuh hati. Sekelebat obrolan yang memang sering diobrolin, untuk kita-kita yang lagi jenuh.

Tenang, sabar. Tahukah kamu, guys, buibu, sodara sodari dan sedulur sekalian, kalau sudah ada yang namanya era adaptasi kebiasaan baru di beberapa destinasi wisata Kabupaten Semarang dan sudah diujicoba dengan super ketat dan aman?

“Nggak tahu.”

“Nah, lho, makanya mbok ya jangan nganu sebelum ngeyel....”

Maduuu!

Begitulah akhirnya, ngakak bareng.

@@@

Bagaimana piknik bin plesiran versimu? Kategori pemborosan nggak penting, atau hanya buang duit percuma. Dan hal-hal yang rasanya membuang waktu saja? Lagipula masa pandemi gini, mau piknik? Mikir!

Betewe, bisa ngebayangin nggak saking gabutnya, malah otak nggak bisa mikir, lalu kerja nggak maksimal dan adanya mengeluh doang? Hmmm, ini malah nggak sehat kan, ya?

Dan lihat, dari awal hingga sekarang. Ayo scroll ke atas, sudah berapa tanda tanya kuketik dengan sesempurna mungkin.... Haha, baru nyadar.

Biarlah, madu, kok πŸ˜€

 

Kerja Kreatif Butuh Plesiran

Bagaimana dengan para pekerja kreatif? Semisal aku, nih, butuh sesuatu yang sedap dipandang mata, biar hasil tulisanku memiliki roh dan foto pendukung juga kece punya. Hanya saja, pergi memang yang penting-penting saja, kalau nggak ya pilih di rumah, work from home.

Butuh plesiran (Foto: koleksi pribadi)

Sejujurnya semua orang tahu pandemi ini membuat perekonomian porak poranda. Banyak yang terdampak. Salah satunya yang para emak rumah tangga sepertiku. Haluuu yang senasib denganku, ngaku deh ngaku, hehehe.

Yang mengandalkan tambahan income dari recehan dan remah roti nulis beberapa web. Gegara pandemi banyak yang nggak berjalan lancar lagi. Ini bukan masalah, kok. Dengan segala kreatifitas yang kita punya dan tak hanya tinggal diam.

Di otak, nih, berkecamuk banyak tanya, dan dijawab sendiri. Nah, lho, ngerasain nggak sih sodara-sodara?

·         WFH bikin jenuh akut, duh butuh plesiran...

·         Otak malah nggak bisa berfikir cerdas, air mana air?

·         Butuh plesiran, tapi kantong kok menipis?

·         Yuk, langsung jualan 😊

·         Apa laku kalau semua orang jualan?

·         Ya bismillah yakin laku saja gitu, loh.

Dipikir-pikir, piknik tipis bukan untuk pemborosan. Selama dalam batas wajar. Biar bisa kerja maksimal, nggak stres, dan hepi lagi. Kesimpulannya, butuh plesiran....

 

Bagaimana Plesiran Tetap Hemat?

Eits, tahu nggak selama ini kalau plesiran kucari yang termurmer dan terjangkau kantong. Apalagi, setelah work from home selama berbulan-bulan, sungguh, piknik itu bisa menyegarkan pikiran. Nggak perlu nun jauh dan mihil, cukup yang dekat rumah, atau lihat yang ijo-ijo di sawah. Sawah tetangga juga boleh kalau cuman untuk dilihat, bukan?

Andaikata ingin ke tempat wisata, pilih wisata murmer dan cari tempat terdekat. Wisata alam adalah pilihan tercantik dan ter-oke untuk wisata di masa pandemi ini. Biar sekalian olahraga menyehatkan. Apalagi sekalian naik turun gunung, uwuwuw!

 

7 Tips Plesiran Aman, Dompet Aman

Nah, aku sendiri punya trik tips khusus selama masa pandemi, karena perekonomian juga campur aduk nggak karuan. Nggak perlu maksain plesiran aneh dan malah bikin dompet menipis habis. Wisata di era pandemi bisa dengan tips plesiran murmer seperti di bawah ini:

1.    Pilih tempat wisata paling dekat rumah. Tentunya akan menghemat pengeluaran bensin atau transport.

2.    Ambil waktu yang sekalian dengan bla bla bla. Bla bla bla di sini artinya sekalian pas mau pergi kemana karena suatu keperluan. Sekali jalan, dua tiga pulau terlampaui gitu.

3.    Bawa bekal dari rumah. Khusus untuk wisata yang memperbolehkan bawa bekal dari rumah ya.

4.    Masih pandemi guys, jangan lupa bawa masker dan cadangannya, hand sanitizer, kacamata, cairan disinfektan.

5.    Cek HTM (harga tiket masuk). Kalau terjangkau di kantong ya langsung cuz. Di daerahku, ada beberapa wisata dengan HTM sangat terjangkau plus minus 10K saja.

6.    Pilih wisata alam nan alami. Wisata alam dengan area luas akan meminimalisir berkumpulnya banyak orang. Jaga jarak lebih aman.

 

Pilih wisata alam, yang tenang, Bantir Hills (Foto: koleksi pribadi)


 7.    Pilih yang sudah mengikuti protokol kesehatan ketat dan sudah mematuhi syarat dan ketentuan tertentu destinasi wisata di era adaptasi kebiasaan baru. Tentunya akan lebih aman dan nyaman.

Weleh, belum-belum sudah banyak tipsnya ya, haha. Nggak apalah untuk saling mengingatkan saja. Semoga tips di atas membantu yang masih merasa dan berpikir bahwa piknik tak harus mahal.

Nah, kalau sudah tahu tipsnya nih lalu apa yang harus dilakukan? Lha ya langsung cari waktu yang tepat dan pas untuk mendatanginya dong guys.

 

Kembali ke Bantir Hills

Beberapa kali ke Bantir Hills...

Sebenarnya kemarin itu nggak ada rencana untuk plesiran sama sekali. Hanya pas sekalian saja COD-nan ke beberapa tempat, dan melewati Bantir. Ini namanya hemat transport (cek point kedua tipsku di atas). Oh, ya, pandemi membuatku nggak hanya jual jasa tulisan, tapi juga yang lain. Makanan, frozen, juga lauk pauk. Pokoknya lengkap. Promosi sekalian, xixixi...

 Kelar COD, menuju Bantir, melewati tangsi atau barak tentara nan epik di jaman penjajahan, Gunung Ungaran nan menjulang, hawa pinus yang menusuk dan ngawe-awe. Ajak krucil pulak. Wes toh, nggak kuasa untuk nggak mampir. Eksotis banget belum sampai tempatnya.

Menuju Bantir Hills (Foto: koleksi pribadi)

Sebelumnya sudah kukepoin postingan instagram @pesona_kabsemarang, akun Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang ini memang up to date banget. Bahwa Destinasi Wisata Alam Bantir Hills sudah mencanangkan protokol kesehatan aman dan ketat tetap nyaman. Serta telah ujicoba hingga destinasi wisata tersebut bisa dibuka kembali per 23 Agustus 2020 setelah beberapa waktu lamanya tutup karena pandemi covid-19. Asyik....

 

Biar Nggak Nyasar, Dimana Bantir Hills?

Bantir Hills terletak di Jalan Bantir, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Belokan menuju Bantir HIlls (Foto: koleksi pribadi)

Rute yang harus ditempuh nggak susah, kok. Bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 ataupun roda 4. Dari Semarang:

Keluar pintu tol, atau dari Ungaran → Ambil arah Terminal Bawen → Toko Roti Pauline → Naik arah Bandungan → Naik lagi arah Sumowono → Terminal/pasar Sumowono → Ambil arah Bantir (tangsi/barak tentara) → Sekitar 10 menit ada plang Bantir Hills → Belok kanan → Kalau bawa mobil parkir di bawah. andai naik motor bisa terus naik sekitar 1 km → Bantir Hills.

Rumahku Sumowono, bisa mampir kalau ke Bantir Hills, guys.

 

Katanya Wisata Terjangkau Kantong, Berapa HTM-nya?

Di masa normal, beberapa kali ke Bantil Hills HTM hanya 5K saja guys. Di era adaptasi kebiasaan baru dengan berbagai fasilitas tentu saja, 10K. Parkir  motor 2K doang, mobil 5K saja. Mupeng, kan?

Tetap patuhi protokol kesehatan selama di area wisata, ya (Foto: koleksi pribadi)

Kemarin aku naik motor metik, biasalah motor andalan. Karena Bantir Hills ini memang tak jauh dari rumahku. Penampakannya beda lho sama yang dulu.

 

Plesiran Ala MAS JAJA CUCITA

Siapa sih MAS JAJA CUCITA ini?

Pacar baru? Bukannnn! Tapi, MAS JAJA CUCITA bisa menjadi teman setia ketika plesiran di era adaptasi kebiasaan baru. Jadi, begini...

 

Mencegah virus corona dengan patuhi protokol kesehatan di Bantir Hills (Foto: koleksi pribadi)

   Di area wisata, banyak yang harus diperhatikan, apalagi di masa pandemi covid-19. Plesiran ala MAS JAJA CUCITA di Bantir Hills ini memang harus patuh aturan protokol kesehatan. Biar semuanya nyaman dan aman. Ini lengkapnya:

-       Jangan lupa selalu pakai MASker.

Saat ke Bantir Hills kemarin, para pengunjung juga sangat mematuhi aturan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru destinasi wisata. Lebih berasa nyaman jadinya. Kalau foto masker dilepas, sesudahnya dipakai kembali. Meskipun ini wisata alam yang sangat luas. Mendadak mengamati orang, wkwkwk.

-       Selalu JAga JArak

Meskipun tak mudah, tetap harus dipatuhi ya, guys. Apalagi sesama para pengunjung. Untunglah, pas ke Bantir Hills tak begitu ramai karena hari biasa. Insyaallah aman dan nyaman. Ini untuk meminimalisir pandemi yang masih merebak.

-       Sering-sering CUCI TAngan

 

Ada tempat cuci tangan nan eksotis lho di Bantir Hills (Foto: koleksi pribadi)


            Ini dia yang (semoga) sudah menjadi kebiasaan tak perlu diingatkan kembali. Di dekat tempat parkir motor, tersedia 3 tempat untuk cuci tangan. Jangan lupa langsung cuci tangan pakai sabun hingga bersih, ya. Tempat cuci tangan di sini unik lho, terbuat dari torong berukuran besar yang dibalik. Kreatif ya.

            Itulah MAS JAJA CUCITA yang sebenarnya. Cek suhu tubuh juga, ya. Kalau nggak fit, ya di rumah saja dulu. Biar sehat kembali.

 

7 Alasan kenapa harus ke Bantir Hills di Era adapatasi Kebiasaan Baru

Selalu ada alasan untuk sesuatu yang semanis madu. Dan Bantir Hills adalah madu. Beberapa kali ke sana, selalu saja menyejukkan netra. Selain perjalanan yang asyik, juga pinus-pinusnya ngangenin banget. Aromanya, duh, dari belok pas plang Bantir Hills nih, sudah kerasa. Terletak di lereng gunung ungaran, Bantir Hills terletak di ketinggian sekitar 1000 Mdpl.

 

Bantir Hills (Foto: koleksi pribadi)


Buat pecinta gunung pasti melirik tempat ini. Dari pos jaga tempat pembayaran tiket, ada tangga-tangga rapi yang akan membawa ke beberapa tempat spot foto menarik. Nah, di sini sekaligus bisa menikmati pemandangan alamnya. Dedaunan nan rimbun membuat matahari di siang hari mengintip sempurna. Hawanya sejuk dan dingin, seperti itulah alam di lereng gunung.

Banyak perkembangan di Destinasi Wisata Bantir Hills ini. Dulu dan sekarang beda, lho. Ini dia alasan kenapa kupilih mampir Bantir Hills di era adaptasi kebiasan baru, eksotisnya, uwow banget!

1.    Pemandangan tak terkatakan indahnya.

Aroma pinus menguar (Foto: koleksi pribadi)


 
Dari puncak Bantir Hills (Foto: koleksi pribadi)

 2.    Toilet nyaman dan tempat salat.

Tempat salat (Foto: koleksi pribadi)


 Nggak perlu panik kalau butuh toilet dan saat salat tiba ya, guys

3.    Tempat cuci tangan dan tempat sampah di titik-titik tertentu.

4.    Terdapat camping ground. Ini dia yang kece. HTMnya Cuma 15K.

5.    Top selfie.

Puncak Bantir Hills, muka lelah haha (Foto: koleksi pribadi)


Top selfie terkeren ya di puncaknya. Dari puncak Bantir Hills view menawan hati. Dari atas, bisa melihat pemandangan, persawahan juga Desa Sumowono nan asri. Tapi perlu diingat, ya. Untuk sampai sini butuh perjalanan lumayan juga. Tubuh harus fit. Nggak perlu malu kalau belum-belum merasa nggak kuat muncak. Ketimbang pingsan.

6.    Pendakian Gunung Ungaran

 

Bantir Hills (Foto: koleksi pribadi)



Nah, khusus buat kamu yang suka mendaki gunung Bantir Hills mengembangkan track basecamp URBAN COMMUNITY. Jalur pendakian Gunung Ungaran juga bisa dilakukan melalui Bantir Hills. Tentunya, para Ranger Urban Bantir Hills siap mendampingi muncak ke Gunung Ungaran di ketinggian 2050 Mdpl.

7.    Air yang mengalir langsung dari Gunung Ungaran

 

Air sejuk asli pegunungan (Foto: koleksi pribadi)


Nggak perlu panik kalau mau camping atau sekedar plesiran ke sini. Air melimpah ruah. Aku perhatikan kemarin, aliran air mengalir dengan lancarnya. Dan air ini asli dari gunung, lho. Sejuknya, rasanya di tangan waktu cuci tangan terasa banget. Dengan pipa kecil, air sejuk nan alami dan tentu saja air bersih ini mengalir tanpa jeda. Duh, jadi pingin kemah, deh.

 

Berwisata ke Bantir Hills Tak (Harus) Mahal di Masa Pandemi

Meskipun masa pandemi belum berakhir, boleh berwisata dengan mematuhi segala protokol kesehatan ya guys. Selain MAS JAJA CUCITA, juga serba BISA, yaitu bersih, indah, sehat dan aman. Selama kita mematuhi semua protokol kesehatan secara tepat, baik pengunjung ataupun pengelola wisata, insyaallah tetap aman.

Di atas sudah kukasih tips plesiran murmer. Kutambah, nih, tips plesiran wisata tak (harus) mahal dariku nih khusus yang mau ke Bantir Hills di era adaptasi kebiasaan baru:

1.    Bawa masker cadangan.

2.    Patuhi protokol kesehatan, nggak perlu ngeyel. Bawa hand sanitizer, kacamata, tisu.

3.    Pakai sepatu. Untuk sampai puncak, kalau pakai sandal jepit agak ribet. Kalautubuh nggak fit atau merasa nggak kuat duluan, mundur saja nggak perlu sampai atas. Lebih asik pakai tas ransel, nggak rempong.

4.    Bawa air minum atau bekal. Jalannya naik lumayan bikin capek.

5.    Jaga kebersihan lingkungan.

6.    Cek kondisi kendaraan kendaraan. Menuju Bantir Hills untuk roda dua metik pas turun ya lebih berhati-hati, karena sebelah kanannya curam. Rem harus sehat ya guys.

7.    Berdoa jangan lupa supaya sehat selamat sampai tujuan.

Capek, hihi (Foto: koleksi pribadi)

  

Berpetulang ke alam memang selalu ngangenin, nggak perlu mahal, guys!

 Meski melelahkan, selalu ada eksotisme baru yang tertangkap. Jiwa-jiwa baru yang terdobrak, juga ilmu semesta yang tak terdefinisikan. Kapan kamu berpetualang lagi?

 Orang kuat lahir dari jiwa yang tak pernah sambat....

(Motto para ranger urban Bantir Hills)

 Njagani plesiran, tetap patuhi protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru, ya.

 Mau lihat video eksotisme Bantir Hills di era adaptasi kebiasaan baru? Cekidot, yes.

 

 Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog “Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”


 Referensi:

https://www.travelblog.id/semesta-alam-dan-pinus-itu-bernama-bantir-hills/

https://penginapan.net/bantir-hills-spot-foto-instagramable-di-kawasan-sumowono-semarang/

https://travelingyuk.com/bantir-hills-semarang/38797

http://kabsemarangtourism.com/

 

12 komentar:

  1. Duh jiwaku penuh sambatan mbaaa... kudu ikut pelesiran ke Bantir Hills nih. Salut ya pada Kabupaten Semarang yang telah menerapkan protap kesehatan yang ketat agar setiap orang merasa nyaman dan aman saat berwisata.

    BalasHapus
  2. Wah aku juga main ke banjir hills. Asli sih bagus banget pemandangannya dan yang paling penting murmer

    BalasHapus
  3. Aku belum pernah nih ke bantir hills, kayaknya menarik banget ya, bikin maya segeeer

    BalasHapus
  4. Mbak bantir hills ni sebelah namanya bantir yg ada barak2 tentara jaman belanda dlu itu? Inget jaman SMA camping di sana liat ijo2 di kantor hills langsung mubeng deh kayanya serunya camping situ

    BalasHapus
  5. Kalau sama mas jajamiharja bahaya nggak mba?? Eh..hehe..
    BTW, sayang banget mobil g bisa parkir dekat ya..klo mesti jalan 1 km kok yaa...*lirikdengkul πŸ˜‚

    BalasHapus
  6. Suweeer penasaran nih dengan BAntir Hills, selama ini cuma memandang dari bawah bukit. Aku penasaran awalnya, siapa itu si Mas Jaja Cucita, eh ternyata cara baru wisata di adaptasi kebiasaan baru

    BalasHapus
  7. Juwaku meronta-ronta mbaa kepengen plesiran.. Terakhir pas di gedong songo itu.. Huhuhu..


    BTW itu Bantir Hils perlu aku kunjungi pas ke (m) Bandungan mbaa.. Pasti disana suasananya sejuk yaaaaa.

    BalasHapus
  8. Aku pengen juga mbak piknik ke sini mana nggak jauh kan ya dari rumahku, nanti mampir makan siang di rumah Mbak Wahyu wkwkwkwk

    BalasHapus
  9. Aku setuju nih, piknik memang gak harus mahal apalagi di masa pandemi gini ya mba. Bantir Hill ini obyek wisata yang lumayan instagramabel di Kabupaten Semarang jadi gak rugi pokoknya piknik kesini

    BalasHapus
  10. Masa Pandemi gini tetep rame atau enggak sih Mbak di Bantir? aku belum pernah kesana..penasaran aku tuh solanya kan sering dipakai buat syuting ya...

    BalasHapus
  11. Aku juga baru dari sana nih mba. Pemandangannya aduhai banget. Bedanya aku mesti berjalan 700 meter menuju tempat masuknya karena hanya kendaraan roda dua ya yang bisa. Tapi tak mengapa semua terbayar dengan keindahan pemandangan selama berjalan kaki kesana.

    BalasHapus
  12. Waah Bantir Hills apik ya. Murah banget lagi HTM nya.

    BalasHapus