Jumat, 05 April 2024

Puding Tanda Cinta dan Puding 1000 Hari Saat Ramadhan

Puding Tanda Cinta dan Puding 1000 Hari Saat Ramadhan

 

Setiap Ramadhan datang ada satu menu yang tak pernah ketinggalan yaitu puding. Kenapa puding? Soalnya segar dan bisa buat campuran es buah atau es teler. Selain itu, ada kisah yang hmmm, baru kali ini aku cerita, jadi limited edition gitu.

puding waluh, ramadhan
Puding waluh

Kok nggak gorengan? Wkwkw, gorengan iya juga tapi kan bosan kalo gorengan mulu. Jadi, meskipun terdapat menu lain yang tak kalah lezatnya, puding menjadi incaran orang serumah.

Ada berbagai kisah tentang puding yang bikin aku selalu jatuh cinta sama menu satu ini.

Puding Tanda Cinta

Aku nggak mau membahas resep bikin pudingnya, soalnya di IG, Youtube atau aplikasi masak lain sudah banyak banget. Sudah kusebutkan di awal paragraf, aku hanya mau cerita behind the scene tentang puding.

puding merah putih, ramadhan
Puding merah putih


Sejujurnya, sudah dari dulu aku suka urusan perpudingan yang rasanya segar lezat paripurna ini. Semua jenis puding aku suka loh, baik puding original, coklat, buah-buahan dan lain sebagainya.

Pokoknya mau puding rasa manis, nggak manis atau biasa saja tetap idamanku dan keluarga.

Kisah yang masih kuingat sebagai tanda cinta zaman kuliah. Zaman jadoel dulu itu, anak mapala pada umumnya cari tambahan uang mudik saat Ramadhan dengan membuka pre order pesanan takjil.

Pesanan bisa berupa makanan, minuman dan yang lainnya salah satunya puding. Nah, di sinilah puding tanda cinta ini bersemi. Ada salah satu cowok PO puding, sebagai tanda cinta sesama anak perantauan gitulah dan udang dibalik bakwan.

Sore hari saat puding diantar, aku ya kaget lha ga paham orangnya yang mana juga. Eh, ada kertas ucapan selamat berbuka puasa gitu plus nama dan ungkapan syahdiyu.... Sambil kuingat-ingat, ini orangnya yang mana, duh...

Pudingnya besar gitu ukurannya, walau rasanya biasa saja tapi cukup membuat bahagia semua anak kost yang jumlahnya 7 orang. Ya, maklumlah namanya juga anak kost, tahu sendirilah, ya.

Mendapatkan puding gretongan saat berbuka puasa walaupun lezatnya biasa saja tetap saja rezeki menghebohkan. Puding juga harus dihabisin soalnya kost murah meriah tidak ada kulkasnya buat menyimpan kalo nggak habis.

Akhirnya puding dimakan pas buka dan sahur sama seluruh anak kost. Untungnya pas sahur masih enak dan habis. Alhamdulillah.

Puding 1000 Hari

Kejadiannya baru beberapa hari yang lalu, pas nyewu atau 1000 hari mbak tercinta, aku dan mbakku satunya lagi membuat puding khusus untuk tambahan snack box.

waluh, buah labu
Karena pudingnya sudah jadi thumbnail, ini kufotoin waluhnya aja di kebun, ya

Pudingnya istimewa karena berbahan baku waluh atau buah labu hasil kebun sendiri. Dari satu waluh besar, bisa dibuat puluhan puding cup kecil dan besar.

Sehabis sahur mbakku sudah mulai mengukus waluh, lalu diblender. Kemudian dengan campuran jelli, agar-agar, susu dan gula mengolahnya menjadi puding waluh.

Selanjutnya mulai menuangkan ke cup-cup hingga habis. Tak lupa, agar semakin manis kukasih potongan daun pandan hasil kebun juga. Puding cuma satu layer saja karena waktu mepet dan harus cepat bikinnya.

Puding selalu menjadi kenangan karena sebelum meninggal, mbakku hanya mampu mengkonsumsi makanan bertekstur lembut seperti puding atau bubur sumsum. Dan, aku sering membuatkannya.

Jadi sedih nulisnya, nih, sambil mbrebes mili. Semua kenangan seolah scene patah-patah dan tak bakal terlupa sampai kapanpun.

Puding untuk Campuran Aneka Es

Selain puding original yang langsung dimakan, aku biasa pula mencampur puding dalam campuran es buah atau es teler. Tinggal dipotong-potong saja, puding sudah berganti rasa yang tak kalah istimewanya.

puding buah naga, ramadhan
Puding buah naga hasil kebun juga


Biasanya, aku bikin es campur berupa timun, buah naga, biji selasih dan puding. Ada kalanya puding yang kubuat tanpa gula sama sekali karena jika dicampur untuk aneka es, sudah manis dari susu serta sirup.

Meskipun hidup di daerah lereng pegunungan, es campur dengan puding ini tetap khas dan menu favorit seluruh keluarga. Rasanya segar dan benar-benar membuat tenggorokan nyes gitu deh setelah seharian menjalankan ibadah puasa.

Masih ada kisah lainnya selain nyewu dan puding kampus, kapan-kapan sajalah aku cerita lagi, ya. Puasa gini lemas, alhamdulillah, masih bisa update blog.

Mana menu favorit teman-teman nih? Puding kayak aku atau tetap gorengan? Aha, bisa komen-komen ya!


Baca juga:

Beda dari yang Lain, Ini Target Ramadhan Versiku

Rumah Makan Haji Ismun, Menu Lezat untuk Buka Puasa

7 Makanan Khas Lebaran


0 komentar:

Posting Komentar