Minggu, 31 Maret 2019

Festival Gedong Songo 2019, Bersahabat dengan Alam


Festival Gedong Songo 2019, Bersahabat dengan Alam

Setiap kisah, selalu ada masa lalu yang tersembunyi
Penuh misteri, atau apa adanya yang istimewa
Budaya, apapun itu, selalu memberi ruang kreatifitas
Tanpa batas…




Hai Sobatku semua, gimana kabarnya?
Tahun 2019 ini sangat spesial dengan diadakannya Festival Gedong Songo 2019 di Candi Gedong Songo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Festival yang berlangsung mulai tanggal 21-24 Maret 2019 kemarin menyisakan banyak kenangan tak terlupakan. Kenangan yang terlalu sulit untuk dilupa guys. 

Festival Gedong Songo 2019

 Pembukaan Festival Gedong Songo 2019

Bapak Bupati Mundjirin
 Pembukaan festival sendiri pada hari Kamis, 21 Maret 2019. Bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan dinas terkait. Alhamdulillah dapat undangan yang membuatku nggak mikir dua kali lagi. Langsung alokasikan waktu, dong. Hem, sesuatu yang spesial banget secara rumahku dekat situ. Nggak ada alasan lagi untuk langsung cuzz berangkat.

Banyak tamu undangan yang hadir. Tamu undangan tentu sekitaran candi sendiri, budayawan, jurnalis yang meliput, guru-guru, ada juga dari Trans Ceria, Bandungan dan yang lainnya. Aku sendiri datang bersama Mbak Hany Panjaitan dari komunitas blogger. menggunakan baju daerah saja. Jarik idolaku, hehehe.



Acara pembukaan festival sendiri dibuka oleh Bapak Bupati Kabupaten Semarang, Bapak  Dr. H. Mundjirin ES, Sp.OG. Dokter yang membantu kelahiran dua anakku, hehehe.

Yang bikin tertakjub-takjub, pembukaan mulai dari pembawa acara serta beberapa prakata dengan menggunakan Bahasa Jawa. Aku, yang notabene orang Jawa asli ngerti sedikit artinya. Namun, secara kata perkata kok ada yang bingung ya, duh...

Benar-benar budaya daerah memang harus dilestarikan. 



Dilanjutkan dengan beberapa tarian yang keren habis oleh mbak dan mas cantik. Cuaca mendung nggak membuat aku patah semangat untuk ikut terus acaranya guys.

Resik-Resik Candi


Lanjut acara berikutnya dengan resik-resik candi. Candi yang didatangi adalah Candi Gedong 1. Acara resik-resik tentu saja dengan banyak doa-doa yang digawangi oleh Pak Ngatno sebagai pelestari budaya dan Pak Sarimin budayawan setempat. 




Pembacaan doa

Kemasan resik-resik candi ini epik banget. Sangat bersahabat dengan alam, dan memang suasananya syahdu. Meskipun ramai orang menonton, acara doa berlangsung dengan sangat khidmat. 




Acara yang super ramai itu juga membuatku makin terkesima dengan budaya  masa lalu yang memang sering terlupakan, ya. Padahal dari beragam budaya ini kita bertumbuh dan makin bisa berkembang dengan indahnya. 

Penonton membludag
 
Hem, banyak sekali hal baru yang kutemui di sini. Budaya, alam, jiwa, rasa yang sangat menyatu masih sangat  mengakar dan betapa indahnya sebuah kesederhanaan.

Hari pertama Festival Gedong Songo begitu menggoda


Hari pertama ini acaranya padat mempesona. Selain pembukaan yang epik, ada beberapa acara lainnya. Mulai dari promo wisata dan budaya, pameran bunga, pameran lukisan, strategi wisata melalui media sosial dan pentas kesenian tredisional. Ada pula lomba foto di instagram. Kece badai, kan?

Aneka Stan dan Galery Lukisan

Bersama Mas Japin, sang pelukis
 Oh ya, ada banyak stan di sana yang memperkenalkan banyak hal. Ada juga pameran lukisan dan benda pusaka Tosan Aji. Lukisannya keren-keren banget. 




Hari pertama masih lanjut dengan beberapa acara seperti disebutkan di atas. Tapi, karena dan suatu hal aku nggak bisa mengikutinya sampai habis. Eh tapi, masih sempat ketemu teman Penarawa, bahagia...

Bareng Bu Maria Utami dan Mbak hany Panjaitan

 Tunggu di hari ketiga Festival Gedong Songo, ya…

Semoga saja acara seperti ini makin membuka kesempatan luas bagi sektor pariwisata dan segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata. Ya oleh-olehnya, kulinernya, kekhasan dan ciri masing-masing wisata yang ada serta keramahtamahan warga setempat. Semoga bisa mendongkrak ekonomi masyarakat juga ya guys.

Dan yang paling utama, tetap menjadikan alam sebagai sahabat. Dengan bersahabat dengan alam, alam juga akan menyayangi kita.

Karena alam selalu istimewa

Jangan lupa baca ini juga yuk:

0 komentar:

Posting Komentar