Sabtu, 28 Maret 2020

Beberapa Gejala Demam Berdarah Yang Harus Diwaspadai


Beberapa Gejala Demam Berdarah Yang Harus Diwaspadai

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Dulu DBD ini sering disebut juga dengan penyakit “break-bone” karena kadang bisa menyebabkan rasa nyeri sendi serta otot dimana tulang terasa retak.

Foto by idntimes.com


Penyakit demam berdarah yang ringan bisa menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot serta sendi. Sedangkan untuk DBD yang parah atau yang dikenal juga sebagai Dengue Hemorrhagic Fever, bisa menyebabkan perdarahan yang cukup serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba secara drastis dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Dalam hal ini, ada 4 serotipe virus dengue (DENV) yakni DENV-1, -2, -3, dan -4, serta infeksi dari virus tersebut bisa menyebabkan berbagai gejala seperti ruam, pusing, demam, nyeri pada bola mata, otot, dan sendi. Selain itu, orang yang terkena virus dengue ini acapkali mengalami kelelahan jangka panjang. Virus dengue ini juga bisa berkembang menjadi hal yang bisa mengancam jiwa (severe dengue), mengakibatkan muntah dan nyeri perut, sulit untuk bernapas, serta penurunan trombosit darah yang bisa mengakibatkan perdarahan internal.

Gejala demam berdarah dimulai sekitar 4-10 hari setelah pasien mendapat gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Sedangkan pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, gejala DBD yang dialami lebih parah dibandingkan dengan orang dewasa. Berikut ini beberapa gejala demam berdarah yang harus diwaspadai:

1. Demam Tinggi Secara Mendadak
Gejala DBD pertama adalah demam tinggi yang mendadak. Memang demam tinggi ini bisa terjadi pada berbagai penyakit. Akan tetapi pada gejala demam berdarah, biasanya demam terjadi secara mendadak dan banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan demam biasa dengan demam yang diakibatkan oleh DBD.

Selain itu, perbedaan lainnya yang mencolok antara demam berdarah dengan gejala demam lainnya adalah kalau demam DBD bisa mencapai 40 derajat celsius. Sedangkan demam biasa yang terjadi akibat flu serta infeksi dari virus atu bakter biasanya disertai dengan gejala batuk dan bersin, sedangkan pada DBD tidak demikian. Bukan hanya itu, demam DBD bisa terjadi selama 2-7 hari.

2. Nyeri Otot
Setelah demam tinggi terjadi, selanjutnya si penderita akan merasakan nyeri pada bagian sendi dan otot. Selain itu, gejala demam berdarah ini juga disertai dengan tubuh yang berkeringat dan menggigil.

3. Sakit Kepala Parah Disertai Sakit Pada Bagian Belakang Mata
Setelah beberapa jam mengalami demam, gejala berikutnya yang akan muncul adalah sakit kepala parah. Umumnya, rasa sakit terjadi di sekitar dahi. Selain itu, sakit kepala parah juga disertai dengan sakit pada bagian belakang mata.

4. Mual dan Muntah
Gejala DBD berikutnya adalah mual dan muntah. Pada sebagian orang, masalah pencernaan juga bisa terjadi, seperti mual dan muntah. Bukan hanya itu, bagian perut atau punggung akan terasa tidak nyaman. Biasanya gejala ini terjadi selama 2-4 hari.

5. Kelelahan
Demam yang disertai dengan nyeri otot dan masalah pencernaan yang terjadi pada pengidap DBD bisa menurunkan nafsu makan. Tentunya hal ini bisa menyebabkan tubuh menjadi kelelahan akibat kurangnya asupan makanan serta sistem imun tubuh yang melemah.

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang gejala-gejala DBD yang harus diwaspadai. Nah jika anda atau keluarga anda mengalami kondisi seperti di atas, maka segera periksakan diri ke dokter terdekat.

2 komentar:

  1. Alhamdulillah saya sudah merasakan kena demam berdarah beberapa tahun lalu, luar biasa rasanya.
    Melihat makanan langsung mau muntah, demam tinggi yang membuat saya mimpi aneh dan mengerikan.
    Semoga kita sehat semua ya

    BalasHapus
  2. Selain Covid-19, sekarang DBD juga mewabah, serem kali bumi saat ini. Semoga kita dijauhkan dari semua itu, aamiin..

    BalasHapus