Sabtu, 30 Desember 2017

17 Rekam Jejak 2017



17 Rekam Jejak 2017

Halo…

Arisan Blog Gandjel Rel sudah mulai dikocok lagi. Episode 19 ini yang beruntung Mbak Nuzhatul Ussak dan Mbak Tanti. Kedua blogger ini belum pernah kutemui secara nyata Tapi secara dumay dan di WAG kami sudah saling berinteraksi. 

Mbak Tanti dengan tagline blognya ruang ekspresi sepotong hati, sebuah catatan-catatan kecil yang sangat menginspirasi. Sedang Mbak Nuzha seorang blogger yang banyak menulis tentang kuliner.

Tema yang diusung berhubungan erat dengan Desember dan Januari. Apalagi kalau bukan Kaleidoskop 2017. Sejujurnya kemarin aku sudah nulis tentang artis pendatang baru versiku di Kaleidoskop 2017. Tapi beda dong, kali ini Kaleidoskop 2017 yang mau kutulis tentang rekam jejak setahun ini. Meskipun nggak tertulis secara lengkap di diary otakku, ada satu dua kisah yang sepertinya asik buat dibagi ke Sobat semua.



Dalam setiap langkah selalu ada kisah, termasuk langkah di tahun 2017 yang mau berakhir ini. Pergantian hari sih, biasa saja menurutku. Tak ada yang luar biasa, tak ada yang berlebihan, tak perlu hore-hore, apalagi hura-hura.

Sama saja, lihat mentari di langit timur. Memandang awan yang kadang berbentuk benda, barang atau kisah. Menatap terasiring dengan segala ubo rampenya. Ataupun jalan-jalan hanya sekedar menemani ngopi seorang sahabat. Hmm ^mulai kemana-mana.

Ada apa di rekam jejak 2017 versi emak super rempong ^lebih tepatnya sok rempong ini?

1.    11 Maret 2017, dapat undangan cantik Ngopi Seru Bareng Editor Buku Anak Elex Media Media di Bandung. Kota yang sudah berpuluh tahun nggak kukunjungi. Ketemu beberapa teman dunia maya baik penulis maupun ilustrator keren. Buku baru sedang berproses, semoga lekas kelar dan dilancarkan, amin.
2.    Maret 2017. Dakuw 17 tahun, xixixi, ini jelas hoax. Mensyukuri semua yang ada, menjalani apa yang harus dijalani, memahami apa yang harus dipahami.
3.    Juli 1017, buku duetku dengan Mbak Arinda Shafa, La Tahzan for Kontraktors akhirnya terbit juga. Penerbitnya Indiva. Hasil tak pernah mengkhianati proses.


4. 17 Agustus 2017, cerpenku dimuat di majalah kesayanganku. Kesayanganmu juga, kan? Heheh. Iya dong, Majalah Bobo edisi pitulas Agustus aliasn 17 Agustus 2017. Judulnya Terasi Istimewa. Secara entah kirimnya kapan, sudah lupa juga. Alhamdulillah.

5.    24-26 Agustus 2017, dapat rejeki jadi Mombassador SGM Eksplor 2017 Batch 5. Ke Yogyakarta, kota kenangan yang selalu terkenang-kenang. Banyak ketemu teman baru dari blogger, kuter, ibu rumah tangga, bisniswoman dan hal-hal baru yang bikin aku semakin melek. 


Mombassador SGM Eksplor 2017 Batch 5
 
Secara aku dari desa nan pelosok, jadi banyak terbengong saja hehehe. Btw  nemu teman yang asik-asik, kisah yang akan jadi cerita seru. Kontongen dari sekitaran Semarang hanya 4 orang, Mbak Dewi Rieka si penulis buku Anak Kost Dodol, Mbak Wita si kuter sejati mom dari si kembar yang lucu banget, sama Mbak Rahmi Aziza, si penulis buku Emak Irits.

6.    Agustus 2017, aku mulai aktif nulis di UC News. Kapan PO ya? Hehehe, doain ya, Sob.
7.    10 Oktober 2017, my blog, my adventure hallah. Blog ku ini genap berusia setahun. Secara nggak mudeng juga waktu perpanjangan. Alhamdulillah, akhirnya bisa juga memperpanjang. Ternyata nggak seribet yang kukira. Gini nih efek gaptek.


8.    13 Oktober 2017, cerita misteriku akhirnya dimuat juga di Majalah Bobo. Judulnya Suara Aneh di Malam Hari. Yuhuuu, baru kali ini cermisku dimuat. Rasanya mbuh, nggak bisa berkata-kata. Jingkrak-jingkrak norak saat dapat bukti terbitnya.
9.    Beberapa kali ngisi materi nulis di komunitas dan sekolah. Ketemu anak-anak baru yang penuh semangat dan bikin makin semangat. Ketemu teman baru dan ketemu ide baru. Serasa banget masih tujuhbelas tahun. Beneran loh, pitulas tahun. Pencarian jati diri yang kadang berbelok dan nggak lurus. Jalanin ajah.

10. 7 November 2017, ketemu juga sama yang namanya pohon kesepian. Semoga itu pohon udah nggak kesepian lagi. Jadi mellow kalau ingat ini. Banyak cerita yang hanya ku save saja. Nggak tertuang, tapi entar dulu. Kali aja bisa dijadikan novel. Novel lama yang pernah ada, pernah kelar ^judulnya, tapi belum pernah jadi. Hm, lucu, aneh, tapi fakta loh.

Sepertinya bukan pohon yang kesepian tapi dakuw yang kesepian wikikik
11. Diajakin Mas Adji Atmoko nulis skenario lagi. Meski kalau ditotal separuh episode aja, tapi bikin aku ketar ketir, nih. Soalnya sudah lama nggak pegang scenario. Hora pede pake banget. Musti ubek-ubek file lama. Mempelajari dialog lagi, mengingat istilah dalam penulisan skenario dan langsung tancap gas. Makasih Mas Adji, bikin kangen nye-script  lagi.


12. Beberapa naskah acc lagi. Semoga lancar dan dimudahkan, amin.
13. Ketemu WAG SMP Espero. Kenangan buku merah yang sering bikin baper beberapa teman. Haha, ini nggak aku banget. Untung, nggak ada kisah di sana tuh. Solidaritasnya keren. Salut dengan Bu Lurah dan Bu Carik yang bisa membuat grup penuh dengan inspirasi ^kayaknya ada yang memandangku penuh nista, wkwkwk.
14. Ketemu teman baru tapi lama yang asiknya selangit. Perjuangannya bikin aku termlongo-mlongo alias takjub. Kok bisa, ya setabah itu, sekuat itu? Ide dan supportnya juga luwar byasah. Tengyu ya Mas Bro. Doa-doa terbaikku buatmu.

15. 1 Desember 2017, cerpen Kisah Merry, Sisi dan Pipi dimuat di Majalah Bobo. Yuhuuu, jingkrak-jingkrak hore lagi. Meski norak, krucils selalu maklum kalau emaknya dapat bukter dari Pak Pos.
16. 21 Desember 2017, ketemu dengan si pengobong sejati. Sahabat mayaku Rien Milansi. Rumahnya yang nun jauh di Bogor nggak membuat kita menyerah loh. Saat Rina mudik Parakan dengan jiwa raga aku samperin ke rumah mertuanya. Si mastah UC yang selalu bikin aku semangat saat drop bikin artikel. Sungguh perjalanan yang bikin ketawa, melow tapi juga terkesan. Hadwehh, melelahkan namun mengasikkan.
17. Apa lagi ya? Hehehe, sambil mikir, nih. Banyak sebenarnya, tapi banyak yang terlupakan. Atau tercatat tapi nggak harus di publish. Ada hal-hal lama yang entah kenapa terulang lagi loh. Nggak percaya tapi nyata, mulai dari tulisan, puisi, status bahkan yang hanya pernah terlintas di kepala. Mirip telepati, mirip ilusi, mimpi-mimpi. Hmm…

Rekam jejak yang nggak lengkap tapi bisa jadi pengingat. Nggak hanya yang hepi-hepi sebetulnya. Banyak kejadian yang bikin ngelu sampai meriang. Namanya juga rekam jejak. Bagaimana dengan Sobat semuwah? Bisa share juga dong, sambil dengerin Mas Bon Jovi nyanyi nih. Sesekali mellow, romantis dan syahdiyyuu..

13 komentar:

  1. Wiiih pencapaian yg keren bingit nihhh
    Syelamat mbakyuu

    BalasHapus
  2. Wah senengnya mbak wahyu banyak karyanya, keren mbak ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  3. Setuju, Teh, nggak semua rekam jeka itu yang happy. Karena rekam jejak itu nggak cuma mengingat dimana kita senang. Tapi disaat gagal, disaat terpuruk, pun nggak jadi masalah.

    Karena kedepan, disaat kita menghadapi hal yang sama, bisa lihat rekam jejak sebelumnya. Oh, dulu gini, masa iya sekarang mau gini lagi. Harus lebih baik, dan bisa terpacu untuk mengubahnya jadi lebih baik.. Kalau aku gitu..

    Semoga ditahun 2018 rekam jejaknya bisa lebih banyak, lebih bermanfaat untuk semua orang ya, Teh.. aamiin..

    BalasHapus
  4. alhamdulillah banyak moment positif yang mbak wahyu alami. jelas karena usahamu yang sungguh sungguh mbak. selamat ya... selamat tahun baru juga.

    BalasHapus
  5. Wah banyak dimuat di Bobo ya mbak tahun ini. Hehe

    BalasHapus
  6. Wuihh.. keren mbak Wid. Banyak pengalaman berharga dan menginspirasi. Semoga tetap produktif dan sukses ditahun-tahun mendatang ya aamiin..

    BalasHapus
  7. Wah...rekam jejaknya keren...produktif sangat..semoga bisa meniru jejaknya hihi...apa kabar jeng? Lama ga saling sapa ya kita...semoga sehat selalu dan makin produktif yaa...aamiin..

    BalasHapus
  8. Wah tembus di Indiva ya, mba. Mba Wid walau ngeblog, nulis fiksinya tetap eksis ya, haha... Saya udah lupa kapan terakhir nulis fiksi. Sukses terus mba Wid :D

    BalasHapus
  9. Wuiiih ada yg dimuat di majalah bobo,, itu majalah kesukaanku waktu kecil, ternyata masih bertahan yah.. Salut..

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
  10. Mba Wahyu ini keren banget diam2 udah banyak menelurkan karya. Sukses ya mbaa

    BalasHapus
  11. irama Hidup ini memang harus indah tak indah bila selalu happy dan tak indah pula bila selalu berduka

    BalasHapus
  12. Wow..prestasinya mantep mba..

    Layak ditiru banget! Aku pengen juga bikin fiksi anak, trus dikirim ke Bobo

    *Cari ide dulu

    BalasHapus
  13. Banyak momen seru dan menyenangkan yang dilalui. Selain dengan foto, Mbak Wahyu sudah menuliskannya juga, "mengekalkan kenangan-kenangan" tersebut sehingga menjadi cerita klasik untuk masa depan.

    BalasHapus