Minggu, 10 Desember 2017

Pecel Mbok Kami, Ambarawa, Pecelnya Bikin Meleleh



Pecel Mbok Kami, Ambarawa, Pecelnya Bikin Meleleh

Dear Sob.
Siapa suka pecel? Makanan yang penuh sayur ini menjadi salah satu dari sekian banyak makanan favorit yang ada di Indonesia. Termasuk favoritku juga. Memang dari dulu nih, setiap ada sayur dan buah itu nafsu makanku bisa melonjak drastis.

Di Kota Palagan, Ambarawa, Jawa Tengah, ada warung pecel yang bikin ketagihan loh. Mana lagi kalau bukan Warung Pecel Mbok Kami. Warung yang terletak di jantung kota Ambarawa ini letaknya di jalan menuju Gua Kerep. Tepatnya di Jl. Gua Maria, Dusun Kerep, Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Berada di pinggir jalan kecil, warung ini tak pernah sepi pengunjung.

Pecel Mbok Kami (dok. pribadi)
 


Selama ini, aku hanya sering dibelikan saudara atau teman. Tinggal makan saja di rumah. Tapi, gegara ada keperluan mendesak, aku sampai juga di warung pecel super spesial ini. Waktu datang, kursi terisi penuh semua. Bingung nih mau duduk dimana, ya?

Untunglah tak berapa lama, ada beberapa orang yang selesai makan langsung lanjut pulang. Aku bisa cari tempat duduk dengan leluasa. Leha-leha sejenak, setelah sepagi itu mengitari Ambarawa. Yang mendadak panas di musim hujan ini, ough…

Sambil pesan kuamati Ibu penjual pecel yang gaul habis ini. Ramahnya minta ampun, super banget. Ibu Utari namanya, melayaniku dengan sepenuh hati. Pecel dan tambahan bakwan. Sambal kacangnya yang agak banyak. Biar jozz di mulut. 

Es kombinasi dan es dawet Mbok Kami (dok. pribadi)
  
Minuman yang kupesan es kombinasi dan es dawet. Saking hausnya wkwkwk. Isi dari es kombinasi berupa pisang (sejenis kolak) ditambah mutiara dan ketan hitam. Plus santan yang tak begitu kental. Sedangkan es dawet, biasalah seperti dawet pada umumnya.

Pecel special ini berupa nasi dengan sayur dan mi goreng yang dikasih bumbu sambal kacang. Rasanya tak begitu pedas. Ditambah potongan bakwan, membuat rasa pecel ini makin kentara sekali di lidah. Hem... tak begitu eneg, namun pas di mulut. Bikin meleleh pokoknya.

Esnya juga tak begitu manis, sedang, namun bikin ketagihan. Nyatanya habis dua-duanya ^saking hausnya. Saat aku makan, hanya ada segelintir orang yang makan di dalam, setelah tadi penuh sesak. Saatnya kuajak ngobrol santai Mbok cantik penjual pecel ini. Tahu nggak, Mbok Kami itu ternyata ibunya si penjual. Penjualnya sendiri namanya Bu Utari. 

Bu Utari, dikelilingi dagangannya (dok. pribadi)

Kata beliau yang rumanhnya di Panjang Lor ini, dulu setelah Mbok Kami meninggal, sempat warung pecelnya diganti nama Mbak Ut. Namun ada banyak penggemar pecelnya yang nggak sreg alias nggak begitu suka dengan nama itu. Akhirnya balik lagi deh menjadi Mbok Kami. Wah, manggut-manggut nih aku dengar ceritanya.

Selain pecel dan minuman, ada banyak makanan pendamping dari pecel ini. Mulai dari sate usus, sate telur puyuh, tahu isi, mendoan, tahu, sate kerang, lunpia dan masih banyak lagi. Tinggal dipilih, dipilih dan pilih, hehehe.

Banyaknya gorengan dan makanan kecil di sana membuatku bertanya-tanya juga. Jam berapa tuh masaknya, Bu Ut?
            “Setengah tiga. Pokoknya setengah tiga malam saya sudah mulai memasak untuk jualan pagi harinya,” jawab Bu Utari.
            “Waw. Sebanyak ini masak sendiri?” tanyaku takjub.
          “Ada beberapa titipan. Lunpia ini titipan, itu juga, dan itu juga,” sahutnya sambil nunjuk ini itu di depannya yang penuh dengan dagangan.
            “Kalau gorengan?” hihihi, penasaran aku.
            “Goreng sendiri semua, Mbak.”
            “Wih!” Makin takjub.
            “Yo kayak gitu Mbak, namanya orang jualan,” tambahnya lagi.
^Membayangkan diri sendiri. Jualan tapi kok ya tetap siang ya mulai masaknya. Hadweh!
            “Oh... Lha kalau buka jam berapa, Bu?”
            “Setengah tujuh sampai jam empat, Mbak.”
Obrolan yang asik di pagi menuju siang hari itu…

Untuk sebungkus pecel, bakwan, tempe mendoan, es kombinasi dan es dawet total harga hanya Rp.23.000,-. Sangat terjangkau isi kantong.


Hem, jadi buat kamu pecinta kuliner khususnya pecel, bisa loh mampir ke Warung Pecel Mbok Kami ini. Bukanya dari pagi sampai sore. Pukul 06.30 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Dijamin kamu nggak bakal nyesel. Selain penjualnya, Bu Utari ini sangat ramah, pak parkirnya nggak kalah ramah juga. Aku sempat ngobrol ngalor ngidul dengannya juga. Pokoknya membumi dan njawani banget. Naik ke atas lagi ada Gua Kerep. Dekat situ juga ada Palagan Ambarawa. Jadi satu dua tiga pulau terlampaui. Nggak hanya kulineran semata.

Gimana, Sob? Pingin pecel? Pingin ke Ambarawa?


12 komentar:

  1. Penjualnya ramah, pecelnya murah dan ngangenin, hahaha...semoga pas ke Ambarawa bisa mampir ke sini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak, enak kok, pasti ngangenin deh hehehe

      Hapus
  2. Waaah kalo Ambarawa kudu mampir niiih kayae enyakk

    BalasHapus
  3. Aku langganan makan pecel ini kalo ke Gua Maria Kerep. Baru tahu kalo namanya pecel Mbok Kami. Aku nyebutnya pecel Kerep. Huehuehue

    BalasHapus
  4. referensi kuliner kalau lewat ambarawa bisa mampir

    BalasHapus
  5. Mbak aku kalau abis mudik ponorogo, setiap hari menu sarapan adalah nasi pecel sayur ama tempe dan peyek dan kerupuk gendar

    BalasHapus
  6. Untuk mendapatkan yang istimewa, acapkli kita memang harus antri.

    Beberapa kali saya dg istri lewat, kami blm juga mampir. Sebab selalu penuh...

    Suatu saat wajib dicoba.

    :D

    BalasHapus
  7. Asyik nih pecel kesukaanku, aku paling suka pecel yang tidak terlalu pedas takut cabe

    BalasHapus