Kamis, 31 Agustus 2023

Wanita dan Kusta, Mengatasi Ketakutan Lalu Bangkit Kembali

Wanita dan Kusta, Mengatasi Ketakutan Lalu Bangkit Kembali

Kusta masih menjadi momok penyakit terutama bagi wanita. Keberadaan penyakit ini membuat wanita takut kurang cantik, kurang menarik dengan kulit yang ‘berbeda’ dari yang lain.



Stigma akan penyakit sebagai pemicu wanita dan OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta) mentalnya down serta kurang semangat melakukan aktivitas apapun.

Selain itu, ketakutan melanda sebab merasa akan terisolir dari lingkungan dan pergaulan. Bahkan ada ketakutan wanita pada titik tanya ‘adakah yang mau menjadi suamiku?’

Bagaimana menyikapinya? Live streaming bersama Ruang Publik KBR dan NLR Indonesia benar-benar membuka wawasan dan ilmu tentang kusta dan wanita.

Kusta Bagi Wanita

Walaupun penyakitnya sama, pria dan wanita melihat pemahaman akan stigma kusta ini berbeda. Wanita lebih peka dan mental bisa terpuruk serta ketakutan tentang masa depan yang harus dilalui.



Untuk mengatasinya membutuhkan keberanian dan proses yang tidak mudah. Tema ‘Wanita dan Kusta’ kali ini sangat menarik dengan nara sumber Mbak Yuliati, yaitu Ketua PerMaTa Sulsel dan OYPMK perempuan dengan host cetar Mas Rizal Wijaya.

Acara live streaming diadakan pada Rabu, 30 Agustus 2023, pukul 09.00 – 10.00 WIB mampu menarik perhatian audiens dan isinya keren banget!

Mbak Yuli mengungkapkan ketakutan hilangnya kecantikan dan pikiran tak bakal lagi ada pria yang suka tentulah membuat stres dan depresi.

Pikiran buruk ini selalu menghantui hingga takut dan menyembunyikan diri setelah tahu ada kemungkinan dirinya mengidap kusta.

Kisah Mbak Yuliati tentang Ketakutan Wanita, Kusta yang Meruntuhkan Mental

Yuliati yang biasa disapa dengan sebutan Mbak Yuli mengalami kusta pada tahun 2011. Awal mulanya hanya muncul bercak dan mati rasa pada ibu jari. Kemudian bercak tersebut digaruk dan penampakannya beda dari daerah lain sekitar kaki.

Yuliati, ketua Permata Sulsel dan OYPMK perempuan


Dari sini semakin melebar dan mulai tahu bahwa itulah ciri kusta dari berbagai informasi melalui internet. Mbak Yuli terjangkit karena tertular sepupunya yang sering merantau lalu pulang.

Saat pulang inilah keduanya dekat dan sering berinteraksi. Sepupu tersebut juga seorang pengidap kusta. Ketakutan yang muncul menyebabkan perilaku Mbak Yuli berubah, antara lain:

1. Menyembunyikan Diri

Bersembunyi dan tidak melakukan aktivitas di luar karena info tidak benar yaitu takut akan disabilitas. Jika ada acara keluarga selalu menyembunyikan diri dan malas bertemu orang lain.

2. Isolasi Diri

Selain bersembunyi dengan orang lain, Mbak Yuli melakukan isolasi diri di kamar karena takut jika menularkan penyakit ke orang lain.

3. Takut Tidak Bisa Menikah

Mau tidak mau, munculnya kusta memicu perasaan ketakutan akan jodoh. Apakah masih ada orang yang mau menikahinya?

Ketakutan ini imbasnya luar biasa dan semakin memperburuk keadaan. Selain itu pikiran tentang wanita yang jika terjangkit kusta pada wajah kecantikannya bakal hilang.

4. Takut Tidak Bisa Bekerja

Wanita dengan kusta membuat Mbak Yuli berpikir sulit mendapatkan pekerjaan. Pikiran negatif ini yang membuatnya semakin down.

5. Berpikir untuk Mengakhiri Hidup

Kusta yang bikin down dan terus menerus berpikiran buruk mengakibatkan sempat terpikir untuk mengakhiri hidup. Sebab, dirinya merasa menjadi orang tidak berguna.

Bahkan, Mbak Yuli sampai berhenti kuliah karena malu, takut dan pikiran lain yang semakin menjungkirbalikkan keadaan.

Untunglah ada kakak ipar yang mengajaknya bicara dari hati ke hati dan meminta berobat ke Puskesmas setempat. Setelah jujur dan mau berobat akhirnya kusta bisa diatasi dan Mbak Yuli kembali dapat beraktivitas seperti semula.

Apa yang Harus Dilakukan Wanita dengan Kusta untuk Sembuh dan Bangkit Kembali?

Wanita yang didiagnosis kusta harus tetap kuat, tegar dan kokoh menghadapinya. Tidak boleh patah semangat dan dapat melakukan banyak kegiatan sesuai kondisi masing-masing.

Live streaming yang seru penuh ilmu dan wawasan tentang wanita dan kusta


Agar ketakutan berkurang dan kusta teratasi dengan baik, Mbak Yuli menyarankan beberapa hal seperti berikut ini.

1. Serius Berobat

Wanita dengan kusta harus menjalani pengobatan dengan serius. Jika terjadi efek samping dan reaksi dengan obat yang diminum segera berkonsultasi dengan dinas kesehatan terkait.

2. Menerima Keadaan

Menerima keadaan dan berteman dengan kusta memang bukan hal mudah tetapi harus menerima penyakit dengan ikhlas. Penerimaan ini membuat pikiran positif dan keinginan untuk sembuh kuat.

3. Tak Perlu Memikirkan Omongan Buruk Orang lain

Banyak perkataan negatif tentang kusta. Mendengarkan omongan orang yang tidak paham kusta memang bikin sakit hati. Lebih baik ‘cuek’ dan fokus ke penyembuhan dulu daripada memikirkan omongan orang lain.

4. Gaya Hidup Sehat dan Menjaga Kebersihan

Gaya hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan akan menciptakan kebahagiaan dalam kehidupan. Selain tubuh menjadi bugar, lebih sehat dengan asupan nutrisi gizi seimbang.

Terjangkitnya kusta karena beberapa penyebab, antara lain:

·         Pengaruh imun yang kurang bagus.

·         Tertular karena ada sumber penularan.

·         Terdapat kontak dengan orang yang memiliki penyakit dalam jangka waktu lama dan erat.

5. Saling Menguatkan dengan Sesama OYPMK

Bertemu dan sharing dengan orang yang sama-sama mengalami kusta dapat meningkatkan rasa percaya diri. Jika memungkinkan ada baiknya gabung ke organisasi kusta agar dapat ilmu dan wawasan serta dukungan sesama OYPMK.

Pengalaman pribadi membuat Mbak Yuli aktif di Permata, sebuah organisasi dari dan untuk orang yang mengalami kusta serta OYPMK.

Mengenal Permata, Dari dan Untuk Orang yang Mengalami Kusta

Organisasi Permata sebagai wadah orang yang mengalami kusta ada di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Ambon dan beberapa tempat lain. Terdapat 3 tingkatan dalam organisasi yaitu nasional, provinsi dan kabupaten.

Di Sulawesi Selatan ada 12 kabupaten cabang Permata, Jawa Timur ada 9 dan sekitar 5 cabang di NTT. Banyak pula kegiatan Permata guna membangkitkan semangat para pejuang kusta untuk sembuh hingga dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Penyakit  menular yang tidak mudah menular ini bisa sembuh dengan dukungan dan semangat dari keluarga dan lingkungan. Di Permata, banyak kegiatan yang dilakukan untuk saling menguatkan dan sharing pengalaman.

Kegiatan lainnya antara lain:

1. Melakukan Edukasi ke Masyarakat

Permata rutin melakukan edukasi tentang stigma kusta ke masyarakat. Menerangkan bahwa kusta tidak menakutkan dan harus berobat ke dinas kesehatan supaya sembuh.

2. Melakukan Sosialisasi ke Sekolah dan Masyarakat

Permata juga melakukan sisialisasi kusta langsung ke sekolah dan masyarakat. Sosialisasi bertujuan agar mengenal kusta lebih mendalam supaya tidak mengisolir orang dengan kusta. Sekaligus mengajak orang lebih peduli lingkungan.

3. Memberi Motivasi

Banyak orang dengan kusta hidup dalam keterpurukan. Jika ada kejadian seperti ini Permata akan memberi motivasi agar orang bersangkutan semangat dan termotivasi untuk sembuh.

4. Mendampingi Orang yang Mengalami Kusta

Anggota dari Permata rajin melakukan pendampingan orang yang kusta tapi takut berobat, takut diisolasi dan ketakutan lainnya. Pendampingan ini supaya orang dengan kusta mau berobat dan sembuh tanpa malu menghadapi lingkungan warga.

5. Aktif Mengikuti Pelatihan Membangun Karakter

Selain kegiatan yang berhubungan langsung dengan OYPMK dan orang yang sedang mengalami kusta, anggota Permata juga aktif dengan pelatihan membangun karakter.

Kepercayaan diri dapat meningkat dan mampu mengubah stigma buruk masyarakat akan kusta.

Dalam satu wadah tepat akan saling menyemangati dan gairah hidup terus berkobar. Semua saling menguatkan agar dapat kembali hidup dengan aktivitas normal di lingkungan masyarakat.

NLR Indonesia selama ini juga mendukung penuh kegiatan Permata dengan mengajak anggotanya melakukan berbagai kampanye kusta.

Media sosial juga digunakan untuk sosialisasi kusta supaya banyak orang lebih peduli dan memahami kusta. Mengatasi kusta bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi perlu dukungan penuh dari dinas terkait dan masyarakat.

Wanita dan Kusta, Pasti Bisa

Setiap kehidupan memiliki perjalanannya sendiri-sendiri. Pesan Mbak Yuliati ketika menghadapi penyakit kusta adalah harus segera berobat dengan serius. Berpikir positif untuk sembuh dan harus lebih baik dari orang lain. Wanita pasti bisa!

 

Sabtu, 19 Agustus 2023