Kamis, 10 Agustus 2017

7 Tips Saat Anak Berani Naik Angkutan Umum



7 Tips Saat Anak Berani Naik Angkutan Umum

Dear, Sob…

Masih sibuk antar jemput anak ke sekolah? Alhamdulillah.
Semakin besar anak, tentunya kita juga ingin mereka mandiri. Salah satunya belajar naik angkutan umum sendirian.

Sumber gambar: pixabay.com


 Artinya, berani naik angkot sendiri, berani bilang kiri, berani membayar ke pak kernet/sopir.

Bagaimana supaya anak berani naik angkutan umum sendiri? Berproseslah….

Rasa khawatir sebagai orang tua tentu saja ada ya, Sob. Yang tak amanlah, anak masih terlalu kecil atau anaknya memang sangat takut kalau naik angkot sendiri.

Beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan juga saat anak belajar atau mulai bisa dan berani naik angkutan umum sendiri. Cekidot yuk:

1.    Bersama anak naik angkutan umum
Sebelum melepas anak naik angkutan umum sendirian, kita ajak mereka merasakan nikmatnya naik angkutan seribu umat ini.

Kalau biasanya mengantar dan menjemput anak naik motor aatau mobil. sesekali luangkan waktu mengantar anak naik kendaraan umum. Ajarkan cara membayar angkot, berani bilang ‘kiri’ ke kernet/sopir.

Tak lupa beritahu kalau sudah hampir sampai tujuan, tahan kantuknya, agar tidak kebablasan. Dan bilang ‘kiri’ kira-kira 10 meter sebelum tempat kita akan turun.

2.    Mengikuti angkutan dari belakang
Kedengarannya konyol. Tapi ini pernah aku lakukan. Saat anak mau naik angkutan umum sendiri dan rasa was-was sebagai orang tua belum hilang. Akhirnya, setelah si anak naik angkutan umum, aku ikutin angkot naik motor.

Kita bisa pantau, anak benar-benar turun sampai ke sekolah/tempat yang dituju. Lega sekali tentunya. Karena artinya, anak sudah berani bayar, bilang kiri dan turun di tempat yang pas.

3.    Mendahulukan kaki kiri saat turun
Memang sepele, tapi anak-anak itu aktif sekali. Harus diingatkan berkali-kali, bahwa turun dengan kaki kiri terlebih dahulu.

4.    Bersikap tenang di atas kendaraan umum
Maksudnya jangan bikin kebisingan dalam kendaraan umum. Anak-anak yang naik kendaraan umum dan kebetulan bersamaan dengan temannya, kadang lupa mereka tertawa lepas keras-keras sampai mengganggu ketertiban. Hem.. ini sangat mengganggu penumpang yang lain.

5.    Jangan mudah percaya orang yang baru kenal
Hari gini kejahatan rawan dan melebar ke segala penjuru. Peringatkan anak untuk tak mudah menerima makanan/minuman lain dari orang yang tidak dikenal. Waspada saja, Sob. Karena tak semua orang itu baik.

Btw, anak bisa mendalami sebuah karakter, hehehe. Mereka bisa berimajinasi juga.

6.    Biasakan bayar dengan uang pas
Artinya kita beri uang transport dengan uang receh. Misalkan angkutannya Rp.2.000,- ya sediakan uang Rp.2.000,- untuk pulang pergi. Anak tak perlu lagi bingung menukar uang.

Yakin deh, kernet/sopir paling suka dengan pembayaran uang pas. Karena nggak ribet harus mengngitung uang kembalian.

7.    Menghindari duduk dekat pintu
Untuk keamanan saja Sob. Biasanya angkutan umum kan pintunya tiodak ditutup.

Semoga tips di atas bermanfaat ya, Sob.

Selain melatih kemandirian dan berani pada anak, tapi tetap dong, harus waspada. Diharapkan dengan mandiri, anak bisa lebih mengenal lingkungan, memutuskan suatu masalah dan mencari solusi.

Semakin berani dan mandiri, insyaallah anak bisa dewasa dan sikap kepeduliannya makin terasah. Salam sayang…

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

6 komentar:

  1. Wah mba Wahyu saking khawatirnya sampe diikutin macam detektif aja wkwkwk..aku belum pernah merasakan mba karena sejauh ini masi antar jemput hehehe next klo uda gede pasti merasakan yg mba rasakan juga :) thx u tipsnya mba

    BalasHapus
  2. Salah satu kegiatan yang pernah kami lakukan adalah mengajak anak-anak di sekolah untuk naik angkot. Mereka banyak yang datang ke sekolah dengan diantar orang tuanya naik sepeda motor atau mobil. Jadi jarang dari mereka yang naik angkot. Hehehe. Eh, saya sendiri sebenarnya sekarang juga jarang sih naik angkot. Kecuali ketika pulang kampung ke Kudus.

    BalasHapus
  3. Mbak, sebenarnya pengen anakku juga naik angkot..tapi berhubung rute angkot ke sekolah nyegatnya harus pake jalan kaki--lebih jauh jalan kakinya daripada ngangkotnya, jadilah tetap ngojek emaknya..hahaha...Padahal udah kelas 7. Tapi saya mau coba tips ini, Mbak..Btw, saya follow blognya ya , Mbak:)

    BalasHapus
  4. Tips-tipsnya berguna nih mba :)
    Kalau keponakanku biasanya naik sepeda ke sekolah

    BalasHapus
  5. Wahh aku blm.berani mbak
    . Anakku cewek, posture cilik neh. Hihi
    Dulu wktu anak masih 2 , aku suka prrgi brtiga ngangkot mbak. Rempong iya. Tp mereka hepi banget. Syamil malah g mau turun wkwk..
    Btw tips nya okee banget
    Makasih mbaak

    BalasHapus
  6. terimakasih tips nya kak, adik2ku belum berani naik angkot sendiri, soalnya sekolahnya dekat, jalan kaki sebentar dari rumah..

    BalasHapus